OBAT PELANGSING

Berbagai upaya pun dilakukan oleh mereka yang merasa kelebihan berat badan, untuk menurunkannya. Bagi mereka yang berduit, program-program seperti detoksifikasi, operasi sedot lemak (Liposuction dan Tummy-tuck), operasi pengikatan dan bypass lambung (gastric binding dan Gastric bypass) atau program diet popular, adalah pilihan-pilihan yang bisa diambil. Cara lain yang paling mudah dan murah, yang banyak dilakukan, adalah dengan mengkonsumsi obat pelangsing yang banyak tersedia di pasaran.

Macam-macam obat pelangsing

Pada dasarnya, obat pelangsing adalah obat yang dapat membuat orang menjadi tidak berselera makan. Di pasaran, kini banyak beredar obat-obat pelangsing baik yang tradisional (herbal) mau pun modern (kimia). Kedua jenis obat ini (tradisional dan modern) memiliki cara kerja yang kurang lebih sama, yakni menekan nafsu makan, mempercepat rasa kenyang, meningkatkan absorbsi (penyerapan) lemak dan penganjal perut (bulk filler).

Obat Tradisional

Obat tradisional adalah obat-obat pelangsing yang komposisinya berasal dari berbagai tanaman yang berkhasiat menurunkan berat badan. Garcinia Cambogia atau Malabar Tamarind, misalnya, berkhasiat menekan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Daun jati Belanda (Guazumae ulmi folia) diketahui bisa mencegah penyerapan lemak. Teh pelangsing juga dipercaya dapat mengurangi berat badan. Teh ini berisi campuran daun teh (thea folium) dan bahan tradisional lain, serta akar-akaran sebagai pewangi.

Teh pelangsing umumnya bersifat diuretik (melancarkan air seni). Bulk filler atau pengganjal perut, biasanya berupa tablet atau larutan yang berasal dari serat alami tumbuhan dan buah. Namanya saja pengganjal perut, di dalam perut bulk filler ini akan mengembang dan bila dikonsumsi akan terasa mengenyangkan.

Obat Modern

Obat pelangsing modern adalah obat-obatan kimiawi yang bekerja pada susunan syaraf pusat. Ada juga yang bekerja langsung pada lokal saluran pencernaan. Tetapi, kebanyakan obat pelangsing memiliki cara kerja mempengaruhi pusat otak. Serotonin adalah zat kimia dalam otak yang mempengaruhi emosi dan selera makan. Bila kadar serotonin dalam otak meningkat, keinginan untuk makan berlebihan yang didorong stres emosional bisa ditekan.

Beberapa obat bekerja meningkatkan produksi serotonin dalam otak, sehingga terasa menjadi cepat kenyang. Anorexan adalah salah satunya dan banyak dijual di pasaran. Yang termasuk golongan ini adalah amphetamine, dektroamphetamine, metamphetamine, detilpropion, mazindol dan benzfetamin. Obat lainnya yang banyak dijual bebas adalah deksenfenfluramin, yang bekerja mengurangi selera makan dengan memperpanjang masa kerja serotonin.

Obat lainnya adalah obat yang kerjanya langsung pada saluran pencernaan. Obat ini menghambat kerja enzim lipase, yang menyerap lemak dalam tubuh seperti obat orlistat. Sibutramin hidroklorida yang bekerja memperbanyak serotonin dan orlistat yang bekerja mem-blok lemak adalah golongan obat yang tidak dijual bebas. Pemakaiannya harus dengan pengawasan dokter.

Efek Samping

Bila digunakan tidak sesuai dengan aturan pakai, obat-obat pelangsing baik yang tradisional maupun kimia (modern) memiliki efek sampingan negatif bagi pengunanya. Sifatnya yang membuat orang tidak ingin makan, akan mengurangi asupan gizi yang justru diperlukan oleh tubuh. Kekurangan karbohidrat jelas akan mengurangi asupan energi, yang sangat dibutuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Obat yang menghambat penyerapan lemak, dengan sendirinya akan membuat tubuh kekurangan lemak. Sebagai akibatnya, terjadi gangguan pada fungsi organ tubuh. Misalnya, buang air kecil terus menerus, sembelit, sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, mulut kering, dan alergi adalah gejala-gejala yang umumnya terjadi bila kita salah menggunakan obat dari golongan anorexan.

Dan pemakaian obat pelangsing yang berkepanjangan akan merusak fungsi organ tubuh. Kebanyakan obat diuretik menyebabkan buang air kecil terus menerus. Berat badan akan turun, akibat cairan tubuh keluar secara berlebih. Dehidrasi bisa merusak kerja ginjal dan jantung.

Memilih Obat Pelangsing

Sebelum memilih obat pengasing, terlebih dulu sebaiknya dipikirkan apa yang menjadi motivasi kita untuk menurunkan berat badan. Biasanya, wanita ingin tampak cantik dan sehat dengan badan yang langsing. Tidak ada yang salah dengan keinginan yang demikian. Sayang bila cara yang dilakukan tidak tepat. Yang terpikirkan adalah bagaimana agar berat badan bisa turun dengan cepat.

Agar bisa melakukan program penurunan berat badan dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obat pelangsing. Pilihlah produk obat yang terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dengan melihat nomor registrasi pada label obat. Gunakan sesuai aturan pakai, dengan dosis yang cukup. Hati-hati pula dengan tanggal kadaluarsa, jika sudah expired jangan digunakan. Perhatikan komposisi obat tersebut. Apakah berbahaya bagi tubuh anda atau tidak. Perhatikan juga efek samping, interaksi obat dan kontra indikasinya.

Perlu diingat bahwa menurunkan berat badan tidak dapat dilakukan dengan instan atau seketika. Tidak ada program menurunkan berat badan lewat ”jalan tol”. Penurunkan berat badan adalah terapi jangka panjang. Penggunaan obat pelangsing sebaiknya disertai dengan perubahan pola makan yang lebih sehat. Yaitu, dengan mengkonsumsi makanan yang rendah kalori, rendah lemak dan tinggi serat. Selain itu kita juga wajib melakukan aktivitas fisik seperti berolah raga, berjalan kaki beberapa ratus meter menuju kantor, tidak bergantung pada remote TV dan melakukan kegiatan-kegiatan lain yang mengerakkan anggota tubuh. Terapi perilaku juga perlu dijalankan. Seperti menahan diri untuk tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak, tinggi kalori dan rendah serat.

Tanpa mengubah pola makan dan menjalani gaya hidup sehat, obat pelangsing mana pun tidak akan banyak membantu. Dan, bila digunakan berlebihan bisa menjadi bumerang: langsing tapi sakit-sakitan.


Sumber : OTC DIGEST/Edisi 2/Tahun I/ 9 Oktober 2006.
Share:

recent posts

Popular Posts

Labels

Blog Archive

Recent Posts