Showing posts with label [Farmakoterapi] Anti Hiperlipidemik. Show all posts
Showing posts with label [Farmakoterapi] Anti Hiperlipidemik. Show all posts

Simvastatin

Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia : Sinonim : butanoic acid, 2,2-dimethyl-,1,2,3,7,8,8a-hexahydro-3,7-dimethyl-8-[2-(tetrahydro-4-hydroxy-6-oxo-2H-pyran-2-yl)-ethyl]-1-naphthalenyl ester, [1S-[1a,3a,7ß,8ß(2S*,4S*),-8a ß]]. C25H38O5
- Sifat Fisikokimia : Simvastatin merupakan serbuk kristal warna putih, nonhigroskopis. Praktis tidak larut dalam air dan sangat larut dalam kloroform, metanol dan etanol
- Keterangan : Simvastatin merupakan senyawa antilipemik, Inhibitor HMG-CoA (hydroxymethylglutaryl-CoA) reduktase

Golongan/Kelas Terapi
Obat Kardiovaskuler

Nama Dagang
- Detrovel - Nofet - Rechol - Sincor
- Valemia - Vaster - Zocor - Simvastatin
klik disini

Indikasi
Hiperkolesterolemia primer, heterozygous familial hiperkolesterolemia,homozygous familial hiperkolesterolemia,atau tipe hiperkolesterolemia campuran pada pasien yang tidak menunjukkan respon yang adekuat terhadap diet dan tindakan lain yang sesuai.

Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian
Hyperkolesterolemia primer, hyperlipidemia kombinasi , 10 – 20 mg sehari pada malam hari, interval disesuaikan paling sedikit 4 minggu; kisaran dosis lazim 10 – 80 mg sekali sehari pada malam hari. Hyperkolesterolemia familial homozygous , 40 mg sehari pada malam hari atau 80 mg sehari terbagi dalam 3 dosis (dengan dosis terbesar pada malam hari). Pencegahan kardiovaskuler , dosis awal 20 – 40 mg sekali sehari pada malam hari, interval disesuaikan paling sedikit 4 minggu; maksimal 80 mg sekali sehari pada malam hari. Catatan : maksimal 10 mg sehari jika digunakan bersama ciclosporin , fibrat atau penurun lipid nicotinic acid . Maksimal 20 mg sehari jika digunakan bersama amiodaron atau verapamil. Maksimal 40 mg sehari dengan diltiazem.

Farmakologi
Farmakodinamik/Farmakokinetik
Onset kerja : > 3 hari
Efek puncak : 2 minggu
Absorpsi : 85%
Ikatan obat-protein (protein binding) ~ 95%
Metabolisme : di hati melalui CYP3A4; first-pass effect
Bioavailabilitas : < 5% T½ eliminasi : tidak diketahui
Waktu untuk mencapai puncak : 1,3-2,4 jam
Ekskresi : feces (60%); urine (13%)

Stabilitas Penyimpanan
Tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat pada suhu antara 5°C hingga 30°C (41°F hingga 86°F)

Kontraindikasi
Statin kontraindikasi pada pasien dengan penyakit hati yang aktif (tes fungsi hati abnormal yang persisten) , pada kehamilan dan menyusui, porphyria

Efek Samping
Myositis reversibel merupakan efek samping yang jarang tetapi bermakna (significant side effect) . Statin juga menyebabkan sikit kepala, mempengaruhi hasil fungsi hati (hepatitis, jarang terjadi), paraesthasia, dan efek pada saluran cerna termasuk nyeri abdomen,flatulence, konstipasi, diare, mual dan muntah. Rash dan reaksi hipersensitifitas (termasuk angioedema dan anafilaksis) dilaporkan jarang terjadi.
Efek pada otot : myalgia, myositis dan myopathy jika myopathy diduga terjadi dan kreatinin kinase meningkat (lebih dari 5 kali batas atas nilai normal), atau timbul gejala muskular yang berat, pengobatan tidak boleh dilanjutkan. Pada pasien dengan risiko tinggi terhadap gangguan otot, pemberian statin tidak boleh dimulai jika kreatinin kinase meningkat. Insidensi terjadinya myopahyi akan meningkat jika statin diberikan pada dosis tinggi atau diberikan dengan fibrat, dengan asam nikotinat atau dengan immunosupresan seperti sklosporin ; perlu pengawasan (monitoring) yang ketat terhadap fungsi hati dan jika kreatinin kinase menunjukakan gejala akibat penggunaan obat tersebut. Rhabdomyolysis dengan gagal ginjal akut sekunder hingga myoglobinuria juga dilaporkan terjadi.
Efek samping yang lain : alopesia, anemia, pusing, neuropati perifer, hepatitis, jaundice, pankreatitis.

Interaksi
- Dengan Obat Lain :
Efek Cytochrome P450: substrat CYP3A4 (mayor); menghambat CYP2C8/9 (lemah), 2D6 (lemah)
Meningkatkan efek/toksisitas : resiko myopathy/rhabdomyolyis dapat meningkat dengan pemberian bersama senyawa penurun lipid yang dapat menyebabkan rhabdomyolysis (gemfibrozil, turunan asam fibrat atau niasin pada dosis = 1 g/ hari),atau selama penggunaan bersama inhibitor CYP3A4 kuat . Inhibitor CYP3A4 dapat meningkatkan efek/kadar simvastatin;contoh inhibitor meliputi:antifungi golongan azol,klaritromisin,diklofenak,doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid, nefazodon, nicardipin, propofol, inhibitor protease, kuinidin, telitromisin dan verapamil. Dalam jumlah besar ( > 1 quart/hari, 1 quart = 0,9463 L), jus grapefruit dapat meningkatkan serum konsentrasi simvastatin, meningkatkan risiko rhabdomyolysis. Pada umumnya penggunaan bersama dengan inhibitor CYP3A4 tidak direkomendasikan; produsen merekomendasikan pembatasan dosis simvastatin hingga 20 mg/hari jika digunakan dengan amiodaron atau verapamil, dan 10 mg/hari jika digunakan dengan siklosporin,gemfibrozil atau turunan asam fibrat.

Efek antikoagulan warfarin dapat ditingkatkan oleh simvastatin. Efek penurun kolesterol aditif bila digunakan bersama dengan golongan sekuestran asam empedu (kolestipol atau kolestiramin). Menurunkan efek: Jika digunakan dalam 1 jam sebelum atau hingga 2 jam sesudah kolestiramin, penurunan absorpsi simvastatin dapat terjadi.

- Dengan Makanan :
Hindari penggunaan etanol yang berlebihan (potensial mengakibatkan efek hepatik) Konsentrasi serum simvastatin dapat ditingkatkan jika digunakan dengan jus grapefruit ; hindari penggunaan bersama dengan jus dalam jumlah besar ( > 1 quart/hari, 1 quart = 0,9463 L) St. John’s wort dapat menurunkan efek simvastatin.

Pengaruh
- Terhadap Kehamilan :
Faktor risiko : X. Penggunaan statin dihindari/kontraindikasi pada wanita hamil, dilaporkan terjadi congenital anomalies (cacat tubuh); biosintesis kolesterol penting bagi perkembangan fetus. penurunan syntesis kolesterol kemungkinan mempengaruhi perkembangan janin
- Terhadap Ibu Menyusui : Ekskresi ke dalam air susu tidak diketahui/kontraindikasi Produsen atorvastatin, fluvastatin, rosuvastatin dan simvastatin menyarankan untuk menghindari penggunaan obat pada wanita menyusui, tidak ada informasi yang tersedia
- Terhadap Anak-anak : -
- Terhadap Hasil Laboratorium : -

Parameter Monitoring
Kadar kreatin fosfokinase, serum kolesterol (total dan fraksionasi), tes fungsi hati

Bentuk Sediaan
Tablet

Peringatan
Statin harus diberikan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat penyakit hati atau pasien yang menggunakan alkohol dalam jumlah yang banyak (penggunaan dihindari pada penyakit hati yang aktif). Hipotiroidisme harus diberi pengobatan yang adekuat lebih dahulu sebelum memulai pengobatan dengan statin). Tes fungsi hati harus dilakukan sebelum pengobatan dan 1 – 3 bulan setelah penggunaan obat, diteruskan tiap 6 sampai 1 tahun, kecuali jika terdapat tanda-tanda hepatotoksisitas. Pengobatan harus dihentikan apabila kadar serum transminase meningkat hingga dan bertahan 3 kali batas atas nilai normalnya. Statin harus digunakan dengan peringatan (hati-hati) pada pasien dengan faktor resiko mengalami myopathy atau rhabdomyolysis; pasien diberi nasehat untuk melaporkan nyeri otot yang terjadi padanya. Statin dihindari penggunaannya pada porphyria , namun rosuvastatin aman digunakan.

Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus
-

Informasi Pasien
Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekwensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau dokter. Gunakan obat ini pada malam hari kecuali dinyatakan lain oleh dokter atau apoteker. Mintalah nasehat tenaga kesehatan bila anda makan grapefruit atau minum jus grapefruit. Obat ini sangat efektif jika digunakan bersama dengan olah raga dan diet mengurangi asupan makanan yang mengandung kolesterol (lemak) dan lemak jenuh. Pasien disarankan untuk segera memberitahukan dokter jika mengalami nyeri otot, nyeri tekan (tenderness) dan kelemahan yang tidak dapat dijelaskan. Tes laboratorium diperlukan untuk memonitor terapi. Pastikan hal ini dilakukan . Jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter. Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini. Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat. Ini termasuk sediaan herbal atau suplemen makanan yang lain. Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan . Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mulai kembali pengobatan seperti awal dan mintalah nasehat dokter pada kunjungan berikutnya. Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain.

Mekanisme Aksi
Simvastatin adalah turunan metilasi dari lovastatin yang bekerja secara kompetitif menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reduktase, enzim yang sangay berperan dalam katalisasi biosíntesis colesterol.

Monitoring Penggunaan Obat
Kadar kreatin fosfokinase berkaitan dengan kemungkinan terjadinya myopathy, serum kolesterol (total dan fraksionasi) Tes fungsi hati terutama pada awal pengobatan dan bila ada indikasi klinik. Pasien dengan dosis hingga 80 mg harus dilakukan tes pada awal pengobatan dan 3 bulan sesudah pengobatan. Kemudian disarankan pemeriksaan secara periodik (tiap setengah tahun) selama tahun pertama pengobatan. Pasien dengan peningkatan kadar transaminase harus disertai tes kedua (sebagai konfirmasi) dan sering dimonitoring hingga nilai kembali normal. Penggunaan obat dihentikan bila terjadi peningkatan ALT/AST yang menetap > 3 x ULN

Daftar Pustaka
BNF 50
AHFS Drug Information 2005
MIMS Indonesia 2006/2007
Drug Fact & Comparisons 2003
Drug Information Handbook
Share:

OBAT ANTIHIPERLIPIDEMIK


Obat antihiperlipidemik adalah obat yang ditujukan untuk menurunkan kadar lipid/lemak di dalam darah/lipid plasma. Lipid plasma yang utama adalah kolesterol, trigliserid, fosfolipid dan asam lemak bebas tidak larut dalam cairan plasma.

Hiperlipidemia adalah tingginya kadar lemak (kolesterol, trigliserida maupun keduanya) dalam darah.
Diagnosis hiperlipidemia aterogenik (hiperlipidemia yang menyebabkan arteriosklerosis) yang tepat membutuhkan penentuan abnormalitas lipoprotein yang spesifik dan pengobatan diarahkan untuk memperbaiki kelainan lipoprotein, bukan hanya menurunkan kadar total kolesterol dan trigliserid plasma saja. Lipoprotein dibedakan menjadi 5 golongan yaitu : kilomikron, VLDL (very low density lipoprotein), IDL (intermediate density lipoprotein), LDL (low density lipoprotein) dan HDL (density lipoprotein)

Gambar. Struktur lipoprotein (http://www.uwsp.edu/chemistry/tzamis/ch260/lipoprotein.jpg)

Kelebihan lipoprotein disebut hiperlipoproteinemia, yang dapat dibedakan dengan klasifikasi Frederickson yang membagi hiperlipoproteinemia atas dasar fenotip plasma seperti di bawah ini.

Pola Lipoprotein
Peningkatan utama dalam plasma
Lipoprotein
Lipid
Type I Kilomikron Trigliserid
Type IIa LDL Kolesterol
Type IIb LDL dan VLDL Kolesterol ddan Trigliserid
Type III IDL Trigliserid dan Kolesterol
Type IV VLDL Trigliserid
Type V VLDL dan Kilomikron Trigliserid dan Kolesterol

Sedangkan obat antihiperlipidemik yang beredar di Indonesia dapat dibagi sebagai berikut :

  1. Asam Fibrat

    Obat antihiperlipidemik yang termasuk golongan asam fibrat adalah : Gemfibrozil, Fenofibrate dan Ciprofibrate
    Golongan asam fibrat diindikasikan untuk hiperlipoproteinemia tipe IIa, Iib, III, IV dan V.
    Gemfibrozil sangat efektif dalam menurunkan trigliserid plasma, sehingga produksi VLDL dan apoprotein B dalam hati menurun . Gemfibrozil meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase sehingga bersihan partikel kaya trigliserid meningkat. Kadar kolesterol HDL juga meningkat pada pemberian Gemfibrozil.
    Fibrate menurunkan produksi LDl dan meningkatkan kadar HDL. LDL ditumpuk di arteri sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung, sedangkan HDL memproteksi arteri atas penumpukkan itu.
    Penghambatan saluran darah mengurangi jumlah darah sehingga oksigen yang dibawa ke otot jantung juga berkurang. Pada keadaan yang parah dapat menimbulkan serangan jantung.

    (http://www.medicastore.com/images/hiperlipid_herediter.jpg)
    Fibrate juga menurunkan produksi dan meningkatkan pemecahan trigliserid.
    Obat ini digunakan jika lipid darah tidak bisa turun dengan diet dan olah raga.

  2. Resin

    Obat antihiperlipidemik yang termasuk golongan resin adalah : Kolestiramin (Chlolestyramine)
    Obat antihiperlidemik ini bekerja dengan cara mengikat asam empedu di usus dan meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah.
    Kolestiramin menurunkan kadar kolesterol plasma dengan cara menurunkan LDL. Penurunan kadar LDL biasanya nyata setelah 4-7 hari dan mencapai 90% efek maksimal dalam 2 minggu terapi. Efek obat tergantung besarnya dosis, tetapi banyak pasien tidak tahan karena efek sampingnya pada saluran cerna.

  3. Penghambat HMGCoa reduktase Obat antihiperlipidemik yang termasuk golongan ini adalah : Pravastatin, Simvastatin, Rosavastatin, Fluvastatin, Atorvastatin
    Golongan ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan kolesterol dengan cara menghambat kerja enzim yang ada di jaringan hati yang memproduksi mevalonate, suatu meolkul kecil yang digunakan untuk mensintesa kolesterol dan derivat mevalonate. Selain itu meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah. Jadi berguna pada hiperlipoproteinemia tipe IIA dan IIb, selain menurunkan total kolesterol dan LDL juga meningkatkan HDL.

  4. Asam nikotinat

    Asam nikotinat (nicotinic acid) atau Niasin / vitamin B3 yang larut air. Dengan dosis besar asam nikotinat diindikasikan untuk meningkatkan HDL atau koleserol baik dalam darah untuk mencegah serangan jantung.

  5. Ezetimibe

    Ezetimibe dapat menurunkan total kolesterol dan LDL juga meningkatkan HDL.
    Ezetimibe bekerja dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol di usus. Ezetimibe dapat digunakan sendiri jika antihiperlidemik lain tidak bisa ditoleransi tubuh atau dikombinasi denga golongan statin (penghambat HMGCoa reduktase) jika golongan statin tidak dapat menurunka kadar lipid darah sendirian.

Untuk memilih obat antihiperlipidemik yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi dengan dokter.

Share:

recent posts

Popular Posts

Labels

Recent Posts