Showing posts with label [Farmakoterapi] Anti Histamin. Show all posts
Showing posts with label [Farmakoterapi] Anti Histamin. Show all posts

Diphenhydramine

Diphenhydramine :

Adidryl (inj); Camidryl (inj); Novadryl (inj); Paradryl (inj); Recodryl (inj)

KOMPOSISI:
Difenhidramin HCl

SEDIAAN:
Ampul 1 ml (10 mg/ml); vial 15 ml (10 mg/ml)

INDIKASI:
Reaksi alergi, Rhinitis alergika, konjungtivitis alergika, mabuk perjalanan, parkinsonisme.

KONTRAINDIKASI:
Hipersensitifitas thd difenhidramin, ggn sal napas bagian bawah (termasuk asma) pengobatan bersama MAO-inhibitor.

EFEK SAMPING:
Hipotensi, sakit kepala, takikardi, anemia hemolitik, ggn penglihatan, mual, diare, pengentalan sekresi bronkial

DOSIS :
Oral: Dewasa : 50 mg atau 20 mg, 3-4 x/hr; Anak : 5 mg/kg BB/hr (maks 300 mg/hr)
Parenteral : Dewasa : 10-50 mg ,IM atau IV (maks 400 mg/hr0); Anak : 5 mg / kg BB/ hr atau 150 mg/ hr ,IM atau IV terbagi 4 dosis ( maks 300 mg/ hr).
Share:

OBAT BATUK DAN PILEK

Baik batuk maupun pilek merupakan suatu gejala, bukan penyakit. Batuk adalah suatu refleks pertahanan tubuh untuk mengeluarkan dahak, riak, dan benda asing (misal kacang, dsb) dari saluran nafas, sedangkan pilek adalah suatu gejala adanya cairan encer atau kental dari hidung yang disebut ingus.

Obat batuk dan pilek digunakan untuk menghilangkan gejala penyakit sehingga disebut simtomatik. Batuk dan pilek menyerang saluran pernapasan bagian atas dan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari. Obat batuk dan pilek dapat digunakan bila dirasakan gejala sudah mengganggu.

Obat Batuk

Batuk terdiri dari 2 jenis, yaitu batuk kering (non produktif) dan batuk berdahak (produktif). Untuk mengobati batuk tergantung dari jenis batuk yang diderita.

Obat batuk dibagi menjadi:

1. Anti-tusif: dekstrometorfan dan difenhidramin
2. Ekspektoran: guaifenesin, gliseril guaikolat, ammonium klorida, bromheksin dan succus liquiritiae

Antitusif digunakan untuk mengobati batuk kering, sedangkan ekspektoran untuk mengobati batuk berdahak.

Antitusif bekerja dengan menekan rangsangan batuk di pusat batuk yang terletak di sumsum lanjutan (medulla), sedangkan ekspektoran bekerja dengan memperbanyak produksi dahak encer yang menyebabkan kekentalannya mengurangi sehingga mempermudah pengeluarannya dengan batuk.

Obat Pilek

Obat pilek dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

1. Antihistamin: klorpeniramin, difenhidramin, feniramin dan tripolidin.
2. Dekongestan: pseudoefedrin, efedrin, fenilefrin dan fenilpropanolamin.

Pilek dapat juga disebabkan alergi. Antihistamin (AH1) berguna untuk pengobatan simtomatik berbagai penyakit alergi dan mencegah atau mengobati mabuk perjalanan. Penyakit alergi tipe eksudatif akut dapat diobati oleh AH1 tetapi efeknya hanya membatasi dan menghambat efek histamin yang dilepaskan pada saat reaksi antigen-antibodi terjadi.

Dekongestan bekerja dengan menimbulkan venokonstriksi (penyempitan pembuluh vena) dalam mukosa hidung sehingga mengurangi volume mukosa dan akhirnya dapat mengurangi penyumbatan hidung.

Obat saluran nafas golongan dekongestan digunakan dengan tujuan untuk memperlancar pernafasan di hidung. Bentuk sediaan yang tersedia bisa tablet lepas lambat, sirup dan drop, balsam, inhaler, tetes hidung atau semprot hidung. Untuk semprot hidung baiknya konsultasi dulu ke dokter.

Ketahui Penyebab Batuk dan Pilek

Sebelum memutuskan untuk mencari pengobatan, sebaiknya dicari dahulu penyebab pilek dan batuk tersebut. Untuk pilek dan batuk yang disebabkan oleh alergi sebaiknya menghindari zat penyebab alergi tersebut.

Dalam mencari tahu penyebab batuk dan pilek, anda bisa mencari pertolongan dokter. Untuk mengobati batuk, penting untuk mengidentifikasi jenis batuk penderita apakah batuk kering atau batuk berdahak.

Antihistamin memiliki efek samping dapat menimbulkan kantuk, sehingga penggunaannya disesuaikan dengan aktivitas.

Untuk pemilihan obat saluran nafas yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.
Share:

Cimetidine ≈ Ulsikur (INJ)

KOMPOSISI:
Cimetidine

SEDIAAN:
Tablet 200 mg; ampul 2 ml (100 mg/ml)

INDIKASI:
Hambat sekresi cairan lambung, tukak peptic, refluks esophagus.

KONTRAINDIKASI:
Ggn ginjal & hati, kehamilan dan menyusui, ggn kardiovaskuler, kanker lambung.

EFEK SAMPING:
Nyeri kepala / malaise, mialgia, mual, diare, konstipasi, ruam kulit, pruritus, & impotent.

DOSIS :
Oral: 100 mg (3 x sehari) bersama makanan & 400 mg sebelum tidur (maks 2400 g/hari)
Parenteral: 200 mg IM/IV Setiap 6 jam sekali tanpa pengenceran
PO : Diberikan bersama makanan
Share:

Chlorpheniramin maleat (CTM)

KOMPOSISI:
Klorfeniramin maleat (gol alkilamin)

SEDIAAN:
Tablet 4 mg

INDIKASI:
Pengobatan gejala alergi, spt bersin-bersin, urtikaria, eksim, dermatitis, edema angioneurotik, serum sickness

KONTRAINDIKASI:
Epilepsi

EFEK SAMPING:
Mengantuk, kelelahan, mual, pusing, mulut kering, palpitasi, tremor, ggn GI

DOSIS : Dws ½- 1 kapl 3-4 x/hr.
Anak 0,35 mg/kgBB/hr terbagi dalam 4 dosis

PO : Diberikan bersama atau tanpa makanan
Share:

recent posts

Popular Posts

Labels

Recent Posts