Showing posts with label Pemeriksaan Penunjang. Show all posts
Showing posts with label Pemeriksaan Penunjang. Show all posts

Mammography

Kanker payudara adalah momok yang menakutkan bagi wanita. Bahaya kanker payudara bukan hanya bisa merengut nyawa sesorang, tapi juga menjadi ancaman psikologi bagi siapapun yang telah divonis mengidap penyakit ini. Upaya untuk mendeteksi adanya sel kanker secara dini harus segera dilakukan Sebelum kanker terlanjur mencapai stadium tinggi. Salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara adalah dengan melakukan test Mammogram. Apasih test Mammogram itu dan apa manfaatnya bagi kita? berikut pembahasannya.

Share:

Pemeriksaan TORCH bagi Ibu Hamil

PENTINGNYA PEMERIKSAAN TORCH BAGI IBU HAMIL

Apakah pemeriksaan TORCH itu ?

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi infeksi TORCH, yang disebabkan oleh parasit TOxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan virus Herpes.

Cara mengetahui infeksi TORCH adalah dengan mendeteksi adanya antibodi dalam darah pasien, yaitu dengan pemeriksaan:
  • Anti-Toxoplasma IgM dan Anti-Toxoplasma IgG (untuk mendeteksi infeksi Toxoplasma)
  • Anti-Rubella IgM dan Anti-Rubella IgG (Untuk mendeteksi infeksi Rubella)
  • Anti-CMV IgM dan Anti-CMV IgG (untuk mendeteksi infeksi Cytomegalovirus)
  • Anti-HSV2 IgM dan Anti-HSV2 IgG (untuk mendeteksi infeksi virus Herpes)
Infeksi toksoplasma dan CMV dapat dapat bersifat laten tetapi yang berbahaya adalah infeksi primer (infeksi yang baru pertama terjadi di saat kehamilan, terutama pada trimester pertama). Jadi, bila hasil pemeriksaan (yang dilakukan saat hamil) positif maka perlu dilihat lebih lanjut apakah infeksi baru terjadi atau telah lama berlangsung. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan:
  • Aviditas Anti-Toxoplasma IgG
  • Aviditas Anti-CMV IgG
Mengapa Ibu Hamil Perlu Melakukan Pemeriksaan TORCH ?

Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, dan dapat juga menyebabkan kelainan pada janin yang dikandungnya. Kelainan yang muncul dapat bersifat ringan atau berat, kadang-kadang baru timbul gejala setelah remaja.

Kelainan yang muncul dapat berupa :
  • kerusakan mata (radang mata)
  • kerusakan telinga (tuli)
  • kerusakan jantung
  • gangguan pertumbuhan
  • gangguan saraf pusat
  • kerusakan otak (radang otak)
  • keterbelakangan mental
  • pembesaran hati dan limpa
Pada umumnya, infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil tidak bergejala sehingga untuk mendiagnosis adanya infeksi TORCH diperlukan pemeriksaan laboratorium

Siapa & kapan perlu melakukan pemeriksaan TORCH ?
  • Wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil
  • Wanita yang baru/sedang hamil bila hasil sebelumnya negatif atau belum diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali
  • Bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil

PANEL TORCH
  • Anti-Toxoplasma IgM
  • Anti-Toxoplasma IgG
  • Anti-Rubella IgM
  • Anti-Rubella IgG
  • Anti-CMV IgM
  • Anti-CMV IgG
  • Anti HSV2 IgM
  • Anti HSV2 IgG
Bayi yang lahir sehat tanpa cacat merupakan idaman semua ibu hamil. Karena itu, ibu hamil harus merawat kehamilannya sejak dini dengan memeriksakan diri secara teratur ke dokter, menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan bergizi. Disamping itu, melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum dan selama kehamilan juga sangat penting.
Share:

Echocardiography (Ekokardiografi)

Pemeriksaan yang mempunyai tingkat akurasi atau ketepatan yang cukup tinggi dalam bidang diagnostik penyakit jantung adalah dengan Echocardiography (ekokardiografi).

Pemeriksaan dengan Echocardiography merupakan suatu pemeriksaan yang multak harus dilakukan pada penderita penyakit jantung (pasien diduga terkena penyakit jantung), baik pada anak2 maupun pada orang dewasa. Rasanya tidak lengkap bila seorang penderita penyakit jantung belum dilakukan pemeriksaan Echocardiography. Pemeriksaan Echocardiography biasanya dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan klinis yang seksama dan pemeriksaan EKG, treadmil atau foto rontgen.

Saat ini Echocardiography sudah merupakan pemeriksaan yang hampir rutin dikerjakan pada setiap pasien penderita penjakit jantung.

Echocardiography itu sebenarnya apa dan berfungsi sebagaimana ?

Echocardiography adalah salah satu teknik pemeriksaan diagnostik yang menggunakan gelombang suara dengan frekwensi tinggi untuk memvisualisasikan gambaran struktur dan fungsi jantung dilayar monitor.

Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit sehingga secara tehnis relatif lebih mudah dilakukan terhadap bayi, anak2 dan orang dewasa. Pemeriksaan ini dapat mendekteksi gerakan otot-otot jantung baik yang normal maupun yang abnormal seperti pada keadaan akibat serangan jantung. Pada anak2 dengan penyakit jantung bawaan. Echocardiography akan dapat mengindentifikasi berbagai kelain struktrur jantung termasuk kelainan katup dan beberapa kebocoran (defek) di sekat sekat jantung. Keluar masuk pembuluh darah baik yang normal maupun abnormal dapat tervisualisasi dengan baik. Walaupun demikian pada kelain bawaan yang kompleks sekali dan sulit, tidak jarang masih diperlukan pemeriksaan katerisasi jantung sebelum dilakukan tindakan.

Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan Echocardiography jika ditemukan gejala dan penyakit jantung. Pada orang dewasa umumnya bila ada gejala sakit dada(chest pain), sesak nafas dan tanda-tanda gagal jantung. Bayi dan anak2 yang dicurigai menderita penyakit jantung bawaan seperti PDA, VSD, ASD, TOF dan lain-lain atau penyakit jantung didapat seperti reumatik dan penyakit Kawasaki serta kardiomiopati mutlak memerlukan pemeriksaan Echocardiography. anak-anak yang mendapat pengobatan suntikan anti kanker (sitostatika) sebaiknya diperiksa Echocardiography terlebih dahulu sebelum dimulai dosis awal untuk mengevaluasi seandainya nanti terjadi efek samping obat-obat sitostatika yang dapat merusak otot-otot jantung.

Echocardiography dapat memberikan informasi tentang hal-hal sebagai berikut :

= Pembesaran jantung(kardiomegali) yang dapat terjadi akibat tekanan darah tinggi, kebocoran katup jantung atau gagal jantung.

= Keadaan otot-otot jantung yang lemah atau jantung tidak dapat memompa darah dengan sempurna. Kelemahan otot jantung dapat terjadi akibat tidak memperoleh aliran darah dengan baik karena penyakit jantung koroner.

= Kelainan struktur jantung seperti yang terdapat pada penyakit jantung bawaan seperti pada kebocoran sekat-sekat jantung.(VSD,ASD) kelainan katup dan pembuluh darah besar serta berbagai kelainan yang telah ditemukan sejak janin dalam kandungan.

= Evaluasi atau pemantauan selama dilakukan tindakan operasi jantung atau selama prosedur intevensi.

= Adanya tumor di dalam jantung atau gumpalan darah yang dapat menyebabkan stroke.

= Ditemukan bising jantung (murmur) baik pada anak maupun orang dewasa.

= Pada demam rematik dan penjakit jantung rematik.

Bagaimana dilakukannya pemeriksaan Echocardiography ?

= Pasien biasanya berbaring dengan tenang ditempat tidur, namun pada bayi sebaiknya dalam pangkuan ibunya.

= Dokter atau teknisi Echocardiography menggunakan Jelly yang diletakkan diujung ‘probe’ dengan gelombang suara frekwensi tinggi untuk memperoleh visualisasi gambaran struktur jantung termasuk katup jantung. Pemeriksaan ini tidak menggunakan sinar-X.

= Sambil dilakukan pemeriksaan pasien dapat melihat atau menyaksikan di layar monitor dan pemeriksa dapat memberi penjelasan singkat.

Secara umum ada 4 jenis Ecocardiography yang sering dilakukan yakni :

1. Transthoracal Echocardiography (TTE)

Merupakan salah satu jenis Echocardiography yang paling sering dilakukan. Tidak terasa sakit. alat transduser diletakan dibeberapa tempat tertentu diatass dinding dada dengan mengirimkan gelombang suara yang dikonversi oleh komputer menjadi gambar yang terlihat digambar monitor.

2. Transsesophageal Echocardiography (TEE)

Digunakan untuk melihat secara teliti struktur yang lebih dalam seperti aorta dan septum atrium atau katup-katup jantung pada saat operasi atau pada saat dilakukan tindakan intervensi penutupan ASD atau VSD. Transduser dimasukan dan didorong melalui mulut kemudian sampai ke oesophagus. Oleh karena berada pada posisi yang cukup dekat kejantung maka gambaran yang terlihat akan lebih jelas dan akurat dibandingkan dengan hasil TTE.

3. Fedal Echocargraphy (janin)

Pemeriksaan ini dilakukan pada ibu hamil yang mempunyai janin dengan resiko atau dicurigai menderita penyakit jantung bawaan.Biasanya dapat dilakukan mulai kehamilan 18 – 22 minggu.

4. Stress Echocargraphy

Pemeriksaan ini dilakukan dengan exercise atau makan obat untuk meningkatkan fungsi dan denyut jantung. Beberapa kelainan atau penyakit jantung koroner lebih mudah didiagnosis dengan teknik ini.

Pemeriksaan Echocardiography transtorakal atau Echocardiography janin sama sekali tidak ada risiko apa-apa. Namun pada Echocardiography trassesofageal kadang-kadang sedikit mual dan sedikit sulit bernafas sementara namun dapat diatasi dengan pemberian obat. Stress Echocardiography kadang-kadang terjadi efek samping obat-obatan yang digunakan seperti denyut jantung yang bertambah cepat. umumnya tidak ada komplikasi yang serius.

# by Mr. Suniko #

Sumber: dari sini

Share:

Tes Alergi

Sering kita mendengar penyakit alergi, maka akan timbul pertanyaan di dalam pikiran kita. Apa saja yang termasuk penyakit alergi ? Bagaimana cara mengetahui alergi tersebut ?

Penyakit alergi termasuk penyakit genetik atau keturunan, yang disebabkan oleh antibodi Imunoglobulin E (Ig E). Yang termasuk penyakit alergi adalah :
  • Rinitis alergi, ditandai oleh bersin-bersin, hidung tersumbat, gatal, berair.
  • Konjungtivitis alergi, ditandai oleh mata gatal, merah, berair, kelopak mata bengkak.
  • Urtikaria (biduran, kaligata), ditandai oleh kulit bentol, merah, gatal.
  • Dermatitis (eksim), ditandai oleh kulit merah, gatal, mengelupas, kasar.
  • Asma, ditandai oleh batuk lama, sesak napas, bunyi mengi waktu bernapas.
  • Pada saluran pencernaan, ditandai oleh mual, muntah, mules, diare.
    Untuk mengetahui seseorang apakah menderita penyakit alergi dapat kita periksa kadar Ig E dalam darah, maka nilainya lebih besar dari nilai normal (0,1-0,4 ug/ml dalam serum) atau ambang batas tinggi. Lalu pasien tersebut harus melakukan tes alergi untuk mengetahui bahan/zat apa yang menyebabkan penyakit alergi (alergen).
    Ada beberapa macam tes alergi, yaitu :
    1. Skin Prick Test (Tes tusuk kulit).
      Tes ini untuk memeriksa alergi terhadap alergen hirup dan makanan, misalnya debu, tungau debu, serpih kulit binatang, udang, kepiting dan lain-lain. Tes ini dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam, lalu alergen yang diuji ditusukkan pada kulit dengan menggunakan jarum khusus (panjang mata jarum 2 mm), jadi tidak menimbulkan luka, berdarah di kulit. Hasilnya dapat segera diketahui dalam waktu 30 menit Bila positif alergi terhadap alergen tertentu akan timbul bentol merah gatal.
      Syarat tes ini :
      • Pasien harus dalam keadaan sehat dan bebas obat yang mengandung antihistamin (obat anti alergi) selama 3 – 7 hari, tergantung jenis obatnya.
      • Umur yang di anjurkan 4 – 50 tahun.
        Biaya untuk test ini untuk mendeteksi 33 alergen berkisar antara Rp. 50.000 - Rp. 600.000 tergantung instansi dan peralatan yang dipakai.

    2. Patch Tes (Tes Tempel).
      Tes ini untuk mengetahui alergi kontak terhadap bahan kimia, pada penyakit dermatitis atau eksim. Tes ini dilakukan di kulit punggung. Hasil tes ini baru dapat dibaca setelah 48 jam. Bila positif terhadap bahan kimia tertentu, akan timbul bercak kemerahan dan melenting pada kulit.
      Syarat tes ini :
      • Dalam 48 jam, pasien tidak boleh melakukan aktivitas yang berkeringat, mandi, posisi tidur tertelungkup, punggung tidak boleh bergesekan.
      • 2 hari sebelum tes, tidak boleh minum obat yang mengandung steroid atau anti bengkak. Daerah pungung harus bebas dari obat oles, krim atau salep.
        Biaya untuk test ini berkisar antara Rp. 350.000

    3. RAST (Radio Allergo Sorbent Test).
      Tes ini untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan makanan. Tes ini memerlukan sampel serum darah sebanyak 2 cc. Lalu serum darah tersebut diproses dengan mesin komputerisasi khusus, hasilnya dapat diketahui setelah 4 jam.
      Kelebihan tes ini : dapat dilakukan pada usia berapapun, tidak dipengaruhi oleh obat-obatan.
      Biaya untuk test ini berkisar antara Rp. 200.000 - Rp. 300.000 / alergen.

    4. Skin Test (Tes kulit).
      Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang disuntikkan. Dilakukan di kulit lengan bawah dengan cara menyuntikkan obat yang akan di tes di lapisan bawah kulit. Hasil tes baru dapat dibaca setelah 15 menit. Bila positif akan timbul bentol, merah, gatal.

    5. Tes Provokasi.
      Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang diminum, makanan, dapat juga untuk alergen hirup, contohnya debu. Tes provokasi untuk alergen hirup dinamakan tes provokasi bronkial. Tes ini digunakan untuk penyakit asma dan pilek alergi. Tes provokasi bronkial dan makanan sudah jarang dipakai, karena tidak nyaman untuk pasien dan berisiko tinggi terjadinya serangan asma dan syok. tes provokasi bronkial dan tes provokasi makanan sudah digantikan oleh Skin Prick Test dan IgE spesifik metode RAST.

      Untuk tes provokasi obat, menggunakan metode DBPC (Double Blind Placebo Control) atau uji samar ganda. caranya pasien minum obat dengan dosis dinaikkan secara bertahap, lalu ditunggu reaksinya dengan interval 15 – 30 menit.
      Dalam satu hari hanya boleh satu macam obat yang dites, untuk tes terhadap bahan/zat lainnya harus menunggu 48 jam kemudian. Tujuannya untuk mengetahui reaksi alergi tipe lambat.

      Ada sedikit macam obat yang sudah dapat dites dengan metode RAST.
      Semua tes alergi memiliki keakuratan 100 %, dengan syarat persiapan tes harus benar, dan cara melakukan tes harus tepat dan benar.
    Share:

    recent posts

    Popular Posts

    Labels

    Recent Posts