Showing posts with label [Farmakoterapi] Vaksin/Serum. Show all posts
Showing posts with label [Farmakoterapi] Vaksin/Serum. Show all posts

VAR


Pemberian VAR adalah dengan cara intramuskular: diberikan empat kali dengan dosis masing-masing 0,5 ml (jumlah dua cc) cara pemberiannya yaitu pada hari pertama berkunjung ke Puskesmas / Rumah Sakit diberikan dua kali ( 0,5 ml ) di lengan kiri sebelah atas ( deltoid kiri ) dan dilengan kanan sebelah atas ( deltoid kanan ), selanjutnya pada hari ke tujuh diberikan satu kali ( 0,5 ml ) kanan atau kiri, sedangkan pada hari ke duapuluh satu diberikan lagi satu kali pada deltoid kanan atau kiri. Untuk pemberian secara intradermal: jadwal pemberian vaksin anti rabies sama, hanya dosisnya lebih sedikit ( yaitu 0,2 ml ) per kali pemberian.
Pemberian SAR adalah dengan cara: sebahagian intramuskular dan sebahagian lain infiltrasi sekitar luka dengan dosis 40 IU/KgBB (heterolog)/ 20 IU/ KgBB (homolog) pada hari ke-0 (sediaan: serum heterolog: 1 vial=20 ml, 1 ml=100 IU; serum homolog: 1 vial= 2 ml, 1 ml= 150 IU)

Sumber: dari sini
Share:

SABU


Sebelum dibawa ke rumah sakit:
1. Diistirahatkan dalam posisi horizontal terhadap luka gigitan
2. Bila belum tersedia antibisa, ikatlah 2 ujung yang terkena gigitan. Tindakan ini kurang berguna jika dilakukan lebih dari 30 menit paskagigitan.




Setelah dibawa ke rumah sakit:
Beri SABU (Serum Anti Bisa Ular) polivalen 1 ml berisi:
1. 10-50 LD50 bisa Ankystrodon
2. 25-50 LD50 bisa Bungarus
3. 25-50 LD50 bisa Naya sputarix
4. Fenol 0,25% v/v.

Teknik Pemberian:
2 vial @ 5 ml intravena dalam 500 ml NaCl 0,9 % atau Dextrose 5% dengan kecepatan 40-80 tetes per menit. Maksimal 100 ml (20 vial).

Sumber: dari sini
Share:

Serum Anti Tetanus

Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia : Tetanus antitoxins.
- Sifat Fisikokimia : Serum yang dibuat dari plasma kuda yang dikebalkan terhadap toksin tetanus. Plasma ini dimurnikan dan dipekatkan serta mengandung fenol 0.25% sebagai pengawet.
- Keterangan : -

Golongan/Kelas Terapi
Obat Yang mempengaruhi Sistem Imun

Indikasi
Pencegahan dan pengobatan tetanus.

Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian
Pencegahan tetanus :
1 dosis profilaktik (1.500 IU) atau lebih, diberikan secara intramuskuler secepat mungkin kepada seseorang yang luka dan terkontaminasi dengan tanah, debu jalan atau bahan lainnya yang dapat menyebabkan infeksi Clostridium tetani. Dua minggu kemudian diberikan kekebalan aktif dengan vaksin jerap tetanus, supaya jika mendapat luka lagi tidak perlu diberi serum anti tetanus profilaktik, tetapi cukup diberi booster vaksin jerap tetanus. Untuk pencegahan tiap ml mengandung : antioksin tetanus 1.500 IU, Fenol 0,25% v/v. Untuk pengobatan tiap ml mengandung : antioksin tetanus 5.000 IU, fenol 0,25% (2) Untuk pengobatan : 10.000 IU atau lebih, secara intramuskuler atau intravena, tergantung keparahan keadaan penderita.

Farmakologi
Menetralkan toksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani dan digunakan untuk memberikan kekebalan pasif sementara terhadap tetanus, tetapi imunoglobulin tetanus lebih disukai. (1)

Stabilitas Penyimpanan
Disimpan pada suhu 2 - 8°C. Daluarsa 2 tahun

Kontraindikasi
-

Efek Samping

1. Reaksi anafilaktik: jarang terjadi, tetapi bila ada timbulnya dapat segera atau dalam waktu beberapa jam sesudah suntikan.

2. Serum sickness: dapat timbul 5 hari setelah suntikan berupa demam,gatal-gatal, eksantema, sesak napas dan gejala alergi lainnya

Sebelum memberi suntikan serum antitetanus dengan dosis penuh, sebaiknya dilakukan tes hipersensitifitas subkutan terutama bagi mereka yang mempunyai penyakit alergi (asma, dll).

Interaksi
- Dengan Obat Lain : -
- Dengan Makanan : -


Pengaruh
- Terhadap Kehamilan : -
- Terhadap Ibu Menyusui : -
- Terhadap Anak-anak : -
- Terhadap Hasil Laboratorium : -

Parameter Monitoring
-

Bentuk Sediaan
Ampul 1 ml (1.500 IU), 2 ml (10.000 IU)
Vial 5 ml (20.000 IU)

Peringatan
Suatu dosis uji antitoksin tetanus seharusnya selalu diberikan untuk mengenali pasien yang mungkin mengalami reaksi hipersensitivitas.

Mekanisme Aksi
Menetralkan toksin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani dan digunakan untuk memberikan kekebalan pasif sementara terhadap tetanus, tetapi imunoglobulin tetanus lebih disukai.

Monitoring Penggunaan Obat
Efek pemberian serum, reaksi hipersensitivitas.

Sumber: dari sini
Share:

recent posts

Popular Posts

Labels

Recent Posts