Showing posts with label [Dermatologi] Efloresensi. Show all posts
Showing posts with label [Dermatologi] Efloresensi. Show all posts

MORFOLOGI PENYAKIT KULIT (EFLORESENSI)

Penting mengetahui berbagai ujud kelainan kulit, karena berdasarkan UKK tersebut dapat diperkirakan diagnosis secara klinis !!
Dilakukan di tempat terang
Perhatikan lokasi lesi secara keseluruhan, baru kemudian perhatikan lebih seksama UKK yang dominan maupun yang menyertai serta distribusinya.

Prinsip, 2 UKK/efloresensi:
1. Efloresensi primer
2. Efloresensi sekunder

A. Efloresensi primer
Dikenal beberapa efloresensi primer :
  1. Makula
  2. Papula
  3. Plaque (Plak)
  4. Urtika
  5. Nodul
  6. Papiloma
  7. Kista
  8. Vesikel dan Bula
  9. Pustula
  10. Purpura
  11. Teleangiektasi
  12. Komedo
B. Efloresensi sekunder:
  1. Skuama
  2. Krusta
  3. Erosi
  4. Ulkus
  5. Ekskoriasi
  6. Fisura
  7. Atropi
  8. Sikatriks
  9. Sklerosis
  10. Likenifikasi
  11. Hiperkeratosis
  12. Kunikulus
  13. Sinus
  14. Abses
Share:

Papiloma

adalah penonjolan kulit yang berbentuk seperti jari-jari tangan yang disebabkan karena meningginya papilla dermis dan ditutupi oleh epidermis yang mengalami hiperplasi.

Lebih mudahnya adalah papula yang bertangkai. Papiloma dulu dikenal dengan istilah verrucous workering.

Papiloma dijumpai pada : veruka

Papilomatosis :
Penonjolan papilla dermis ke atas permukaan kulit.
Contoh: acantosis nigricans
Share:

Abses (abscess)



adalah timbulnya pus pada jaringan yang terlokalisir.

Contoh: carbunkel





Share:

Sinus

adalah saluran yang dibatasi oleh epitel dan bermuara pada kulit.

Contoh: acne conglobata, hidradenitis supurativa
Share:

Kunikulus (cuniculus)

adalah suatu lorong yang terdapat pada stratum korneum atau stratum spinosum, yang biasanya terjadi karena adanya infestasi larva suatu parasit tertentu.

Contoh: scabies, cutaneus larva migrans
Share:

Hiperkeratosis

adalah penebalan kulit yang terjadi karena menebalnya stratum korneum. Proses penebalan stratum korneum akan lebih jelas apabila dilihat secara mikroskopis.

Contoh: keratoderma palmaris
Share:

Likenifikasi (Lichenification)


adalah penebalan kulit yang ditandai dengan penegasan gambaran garis-garis permukaan kulit baik longitudinal maupun transfersal, biasanya disertai hiperpigmentasi. Proses likenifikasi terjadi sebagai akibat garukan kronis dan hebat.

Contoh: lichen simplex
Share:

sklerosis

adalah mengerasnya kulit yang hanya dapat ditemukan dengan palpasi.

Histopatologi
Bertambahnya serabut-serabut kolagen disertai dengan berkurangnya sel-sel fibroblast. Sklerosis ini dianggap sebagai fibrosis yang sudah tua.

Contoh: skleroderma
Share:

Sikatrik (Scar)


adalah penonjolan kulit akibat penumpukan jaringan fibrosa sebagai pengganti jaringan kolagen normal.

Jika jaringan terus menerus tumbuh berlebihan disebut keloid



Diagnosa Banding:
Acne
Burns
Herpes zoster
Hidradenitis suppurativa
Keloid
Porphyria
Varicella
Share:

Atropi (atrophy)

adalah penipisan kulit, baik epidermis maupun dermis. Kulit yang mengalami atropi akan nampak mengkilat, putih, dengan gambaran permukaan yang hilang, mengkerut, dan tidak mempunyai adnexa lagi.

Contoh: proses penuaan, atrofi akrena steroid
Adanya atropi disertai teleangiektasi dan hipo atau hiperpigmentasi disebut poikiloderma

Histopatologi

Adalah berkurangnya ukuran sel-sel sehingga menyebabkan makin tipisnya epidermis. Contoh: lupus eritematosus discoid



Diagnosa Banding:

Aging
Dermatomyositis
Discoid lupus erythematosus
Lichen sclerosis et atrophicus
Morphea
Necrobiosis lipoidica
Radiodermatitis
Striae
Topical and intralesional steroids
Share:

Fisura (fissure)



adalah defek linier yang dapat mulai dari permukaan sampai lapisan dermis.

Contoh: cheilitis angularis



Diagnosa Banding:
Chapping (hands, feet)
Eczema (fingertip)
Intertrigo
Perlèche
Share:

Eskoriasi (Excoriation)


adalah erosi yang terjadi karena garukan; sehingga seringkali memberikan gambaran erosi yang berderet.
Share:

Ulkus (ulcer)


adalah defek yang mengenai seluruh epidermis dan melebihi membrana basalis, bahkan mungkin sampai dermis atau subkutis, sehingga pada proses penyembuhannya sering meninggalkan sikatriks.
Contoh: ulkus stasis, ulkus tropikum.


Diagnosa Banding:
Aphthae
Chancroid
Decubitus
Factitial
Ischemic
Necrobiosis lipoidica
Neoplasms
Pyoderma gangrenosum
Radiodermatitis
Syphilis (chancre)
Stasis ulcers
Share:

Erosi (erosion)


adalah defek pada sebagian atau seluruh epidermis tetapi tidak sampai pada membrana basalis, sehingga pada proses penyembuhannya tidak meninggalkan bekas sikatrik.

Contoh: vesikel yang pecah


Diagnosa Banding:
Candidiasis
Dermatophyte infection
Eczematous diseases
Herpes simplex
Intertrigo
Neurotic excoriations
Perlèche
Senile skin
Tinea pedis
Toxic epidermal necrolysis
Vesiculobullous diseases
Share:

Krusta (crust)



adalah bahan cair ,eksudat, darah atau serum maupun jaringan nekrotik yang mengering.
Contoh: impetigo krustosa



Diagnosa Banding:
Acute eczematous inflammation
Atopic (face)
Impetigo (honey colored)
Pemphigus foliaceus
Tinea capitis
Share:

Skuama (scale)




adalah stratum korneum yang terkelupas dan tampak pada permukaan.








Morfologi skuama :
A. Micaceus : Pada Psoriasis
B. Sianny : Pada Dermatitis Seboroik
C. Powdery : Pada Tinea Versikolor
D. Adherent : Pada Ichtyosis Vulgaris
E. Coarse : Pada Keratosis Folikularis
F. Greasy : pada dermatitis seboroik
Share:

Komedo (comedo)


adalah penonjolan kulit karena adanya pelebaran infundibulum folikel rambut yang terisi masa keratin, sebum & mikroorganisme tertentu.
Komedo terjadi pada kasus: acne, comedo senilis
Share:

Telangiektasis


adalah terjadinya pelebaran pembuluh darah kapiler, venulae, atau arteriole yang nampak pada permukaan kulit. Contoh: actinic skin, rosasea
Share:

Purpura

Adalah perubahan warna kulit menjadi kemerahan yang terjadi karena perdarahan di dalam kulit. Bedanya dengan makula eritem atau patch eritem adalah pada purpura jika dilakukan penekanan dengan gelas objek (tes diaskopi) warna merah tidak akan hilang, sedangkan pada makula atau patch akan berubah pucat atau warna merah menghilang.


Purpura dibedakan berdasarkan diameternya:
A. Petechie : diameter < 1 cm
B. Echymosis : diameter > 1 cm

Kadang purpura berdiameter sangat besar dan menonjol akibat perdarahan yang massif dan letaknya dalam (pada dermis maupun subkutis), disebut hematom.
Contoh purpura: vaskulitis alergika
Share:

Pustula (pustule)



penonjolan kulit berbatas tegas, diameter < 1 cm, berisi cairan pus/nanah.





Lokasi pus bisa intra epidermal atau subepidermal. a) Pustula intraepidermal: ada beberapa jenis, misalnya:
  • Pustula intra epidermal subcorneal: mis, subcorneal pustular dermatosis
  • Pustula intraepidermal intracorneal: candidiasis
  • Pustula intraepidermal spongiform: psoriasis pustulosa
b) Pustula subepidermal
Contoh: infeksi sekunder dari dermatitis herpetiformis


Diagnosa Banding:
Acne
Candidiasis
Chicken pox
Dermatophyte infection
Dyshidrosis
Folliculitis
Gonococcemia
Hidradenitis suppurativa
Herpes simplex
Herpes zoster
Impetigo
Keratosis pilaris
Pseudomonas folliculitis
Psoriasis
Pyoderma gangrenosum
Rosacea
Scabies
Varicella
Share:

recent posts

Popular Posts

Labels

Recent Posts